Rabu, 06 Mei 2015

Almost Running : 1. Know Your Customer 2. Assertive Communication 3. Corporate Secretary

 
First Class Training
Website : www.platinumtraining.co.id
Find us on Facebook  Follow us on Twitter
 
Click HERE to Unsubscribe from Our Newsletter
 
       
   2 Day Workshop

KNOW YOUR CUSTOMER AND ANTI MONEY LAUNDERING
Five Star Hotels, 26-27 May 2015

Training Fee :
Rp. 6.000.000,- (On The Spot, payment at the latest May 06th 2015)
Rp. 6.600.000,- (Full fare)
  
       
  

Introduction

Industri keuangan adalah sasaran empuk bagi para pelaku money laundry (pencuci uang illegal).  Berbagai macam cara akan dicoba akan dicoba oleh pelaku money laundry dengan menggunakan kelemahan sistem keuangan di industri keuangan (multi finance, securities, perbankan, asuransi, modal ventura, dll).

Menteri Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan peraturan-peraturan antara lain Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no 30/PMK.010 Tahun 2010 tentang penerapan prinsip mengenal nasabah bagi LKBB.  BAPEPAM dan LK juga mengeluarkan peraturan nomor PER-05/BL/2011 tentang pedoman penerapan prinsip mengenal nasabah bagi perusahaan pembiayaan.

Peraturan Bank Indonesia Nomor : 14/27/PBI/2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum
 
Semua institusi tersebut memerintahkan lembaga keuangan untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip panduan sebagai upaya untuk memantau kegiatan transaksi yang mencurigakan dan melaporkannya kepada institusi terkait (PPATK).
 
 
 
PRINSIP MENGENAL NASABAH (KYC)

Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) adalah program pelatihan yang dibuat untuk para karyawan di semua lini baik front liners (sales, marketing), back office, maupun support.

Dengan mengetahui, memahami dan menerapkan prinsip mengenal nasabah sesuai dengan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh institusi terkait di dalam pekerjaannya, para karyawan dapat membantu dalam menjaga reputasi perusahaan. 

 

Objective

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan:

  1. Memahami mengapa Prinsip Mengenal Nasabah penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan Prinsip Mengenal Nasabah dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah dalam pekerjaan sehari-hari


Outline

Day One:

  1. 09.00 – 10.30     Pengertian Prinsip Mengenal Nasabah               
  2. 10.30 – 10.45      Coffee break
  3. 10.45 – 12.00      Peraturan-peraturan dari institusi terkait mengenai Prinsip Mengenal Nasabah
  4. 12.00 – 13.00      Lunch
  5. 13.00 – 14.30      Langkah-langkah dalam pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah
  6. 14.30 – 14.45      Coffee break
  7. 14.45 – 16.00      Case Study

Day Two:

  1. 08.30 – 10.00     Prinsip Mengenal Nasabah vs Money Laundering                 
  2. 10.00 – 10.15      Coffee break
  3. 10.15 – 12.00      Identifikasi transaksi Money Laundering
  4. 12.00 – 13.00      Lunch
  5. 13.00 – 15.00      Pembuatan profil nasabah
  6. 14.30 – 14.45      Coffee break
  7. 14.45 – 16.00      Case Study


Workshop Leader: 


Kurnia Hadi

Berlatar belakang ilmu perbankan dari Politeknik Universitas Indonesia dan ilmu manajemen dari FE Universitas Indonesia.  Memiliki pengalaman kerja di dunia perbankan di tiga bank multinasional lebih dari 19 tahun dengan spesialisasi Perdagangan Internasional, Corporate Banking, Wealth Management, dan Micro Banking.

Menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tingkat internasional “Commodity Trade and Finance World Asia 2012 di Marina Bay Sand hotel  di Singapore pada tanggal 28-29 Maret 2012. Pendiri dan pemilik perusahaan konsultansi bisnis dan perdagangan “ PT Grajosa Resources”. Memiliki network yang luas dengan eksportir, importer, investor dari luar negeri.

  
GIFT TRAINING
  
  • Tablet PC -Ainol NOVO 7 Paladin Android ICS 4.0 atau
  • HP -Samsung Galaxy Y
  
       
   2 Day Workshop

PRACTICAL ASSERTIVE COMMUNICATION
Five Star Hotels, 25-26 Jun 2015

Training Fee :
Rp. 6.000.000,- (On The Spot, payment at the latest May 06th 2015)
Rp. 6.600.000,- (Full fare)
  
       
  

Kesuksesan dan kegagalan seorang professional bila diikuti lebih runut adalah kepiawaian atau pun kegagalan individu tersebut dalam berkomunikasi. Komunikasi adalah infrastruktur bagi seseorang untuk menyampaikan buah pikiran, bantahan ataupun dukungan kepada para stakeholders. Kemampuan seseorang dalam bidang tertentu wajib diikuti oleh kemampuan berkomunikasi yang baik dan memadai agar keahlian individu tadi dapat dirasakan dimanfaatkan orang lain dan terutama juga termasuk alat yang memegang peranan penting dalam perkembangan karir seseorang.

Kegagalan sebuah interaksi banyak dipengaruhi oleh kemampuan pihak-pihak dalam bidang komunikasi. Solusi yang produktif baru akan tercapai bila pihak-pihak yang terlibat menggunakan kiat-kiat berkomunikasi efektif sehingga pembicaraan bermakna dan akurat

Berkomunikasi dengan asertif akan sangat meningkatkan efektivitas dan dan dapat diharapkan berdampak positif terhadap hasil komunikasi itu sendiri. Diperlukan ketrampilan khusus agar seseorang terbiasa melakukan komunikasi asertif pada saat yang tepat. Untuk ini pula dibutuhkan kemampuan menyimak/ mendengar aktif yang mencukupi sebagai bagian dari komunikasi asertif

 

Outline :

  1. Memahami ketrampilan mengirim dan menerima pesan
  2. Ketrampilan berkomunikasi yang komunikatif
  3. Manfaat ketrampilan berkomunikasi asertif
  4. Melatih penggunaan teknik komunikasi asertif
  5. Melatih cara menyampaikan bahasa verbal dan non verbal yang sesuai
  6. Ketrampilan mendengar empatik/ menyimak
  7. Ketrampilan berkomunikasi efektif dengan atasan
  8. Ketrampilan memberikan instruksi dan umpan balik

 

 

Beberapa Komentar Peserta Workshop di Batch sebelumnya :

 

“Isi materi memberikan rasa percaya diri / membangun rasa Percaya Diri kepada peserta untuk bisa berkomunikasi”

 

(Asep Iwan Hermawan ST, BTS Project Supervisor PT. Dwibaya Manunggal Logistik)

 

“Menyenangkan, baik dan menginspirasikan”

 

(Iwan Kustiawan, PD. Manager PT. Bintang Toedjoe)

 

”Membawakan materi sangat memuaskan sehingga saya dapat menangkap isi materi dengan jelas”

 

(Bacharuddin Djumaya, Deputy Manager Personnel Welfare Section

 

PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM)

 

”sesuai kebutuhan, sangat membantu komunikasi”

 

(Pranowo Iswahyudi, Production Manager CV. DSCO Indonesia)

 

”Saya punya masalah dalam menghadapi orang dan materi ini memberikan panduan kepada saya bagaimana saya harus dalam menghadapinya.”

 

(Yusuf A. Kurniawan, Inventory Manager CV. DSCO Indonesia)


Workshop Leader : 


Dianti Arudi, MBA.

Komunikasi tidak hanya karir profesional Dianti namun juga menjadi personal interest yang bersangkutan. Memulai pengalamannya dalam bidang komunikasi sebagai Journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, surat kabar ekonomi Jepang, Dianti kemudian melanjutkan karirnya dalam area yang membutuhkan komunikasi intens

Dianti menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan, Master in Business Administration, di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI)

  
GIFT TRAINING
  
  • Tablet PC -Ainol NOVO 7 Paladin Android ICS 4.0 atau
  • HP -Samsung Galaxy Y
  
       
   2 Day Workshop

CORPORATE SECRETARY : MENGHADAPI BISNIS GLOBAL
Five Star Hotels, 29-30 Jun 2015

Training Fee :
Rp. 6.000.000,- (On The Spot, payment at the latest May 06th 2015)
Rp. 6.600.000,- (Full fare)
  
       
  

OVERVIEW

Telah dimulainya globalisasi dalam dunia usaha, maka banyak menimbulkan hambatan dalam perdagangan internasional sehingga membawa atau mengharuskan perusahaan menjadi semakin global, maka sangat penting untuk mengelola dan mengontrol pergerakan usaha, sehingga menjadi semakin penting karena berubahnya peraturan dan undang-undang di seluruh wilayah beroperasinya perusahaan serta meningkatkan risiko keuangan dan reputasi bisnis itu sendiri, sehingga dibutuhkannya suatu posisi yang disebut dengan SEKRETARIS PERUSAHAAN.

 

PENGERTIAN

Bisnis internasional adalah istilah yang jarang digunakan untuk menggambarkan transaksi komersial (swasta dan pemerintah, penjualan, investasi, logistik, dan transportasi) yang terjadi antara dua atau lebih daerah, negara dan bangsa di luar batas politik mereka. Biasanya, perusahaan swasta melakukan transaksi tersebut untuk keuntungan, pemerintah melakukan untuk keuntungan dan karena alasan politik, yang semuanya mengacu pada semua kegiatan bisnis yang melibatkan transaksi lintas batas barang, jasa, sumber daya antara dua atau lebih negara.. Transaksi sumber daya ekonomi termasuk modal, keterampilan, orang dan lain-lain untuk produksi barang internasional dan jasa fisik seperti keuangan, perbankan, asuransi, konstruksi dan lain-lain.

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang memiliki pendekatan secara keseluruhan untuk satu pasar atau produksi dengan beroperasi di lebih dari satu Negara, dan sering disebut perusahaan multinasional (MNC) atau perusahaan transnasional (TNC), seperti perusahaan makanan cepat saji McDonald dan Merek Yum, produsen kendaraan General Motors Corporation, Ford Motor Company dan Toyota, perusahaan elektronik Samsung, LG dan Sony, dan perusahaan energi ExxonMobil, Shell.

 

UNSUR YANG MEMPENGARUHI PADA OPERASIONAL INTERNASIONAL

  1.  Laporan Bisnis dan Akuntansi
  2. Legal Administrasi
  3. Human Resources

 

MANFAAT

  1. Sekretaris Perusahaan di semua sektor memiliki tanggung jawab tingkat tinggi, termasuk struktur tata kelola dan mekanisme, perilaku perusahaan, lingkungan peraturan organisasi, pemegang saham sesuai dengan persyaratan hukum, dan induksi non-eksekutif dan pengurus, kontak dengan eksternal, laporan dan surat edaran kepada pemegang saham, pengelolaan imbalan kerja seperti pensiun dan skema saham karyawan, asuransi administrasi dan organisasi, negosiasi kontrak, manajemen risiko, administrasi properti dan organisasi dan interpretasi keuangan rekening.
  2. Memberikan nasihat tentang isu-isu tata kelola perusahaan, dan membantu direksi dalam upaya ini, memberikan informasi mengenai praktik perusahaan lain, dan membantu dewan untuk prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dan praktik sesuai dengan kebutuhan dewan pengurus dan harapan pemegang saham.
  3. Memenuhi kebutuhan berikut:
  • 3.1.       Mempertahankan register hukum perusahaan;
  • 3.2.       Memperbarui catatan yang dipegang oleh Pemerintah;
  • 3.3.       Mempertahankan domisili yang terdaftar;
  • 3.4.       Mengelola dan menyimpan catatan perusahaan, dan
  • 3.5.       Mengorganisir rapat dewan perusahaan dan rapat umum tahunan.

 

OUTLINE 

  1. Pengertian Bisnis Global
  2. Keaneka ragaman Peraturan Keuangan dan Akuntansi
  3. Keaneka ragaman budaya pada Sumber Daya Manusia
  4. Strategy menghadapi bisnis global
  5. Glosary

 

STRATEGY PENYAMPAIAN

  1. Interaktif antara Pengajar dan Peserta, dimana Peserta diperkenalkan dengan konsep, contoh aplikasi, berlatih menggunakan konsep, dan mendiskusikannya dalam latihan.
  2. Penyampaian materi dengan presentasi untuk mempermudah peserta memahami konsep dan  mendiskusikannya.
  3. Konsultasi di kelas dalam membantu peserta untuk menyelesaikan permasalahannya.

 

PESERTA

  1. Direktur
  2. General Manager/Manager
  3. Supervisor/Senior Staff

 

FASILITATOR/TRAINER


Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.
  
GIFT TRAINING
  
  • Tablet PC -Ainol NOVO 7 Paladin Android ICS 4.0 atau
  • HP -Samsung Galaxy Y
  
More Topics on 2015

ILP Center Building 2nd Floor, Suite 219
Jl. Raya Pasar Minggu 39 A Jakarta 12780

Contact Person :
Ms. Riri
Platinum Training | Consultant | PT | 2014
 

Sabtu, 02 Mei 2015

Almost Running : 1. Business Ethics 2. HR Competency 3. Performance Assessor

 
Value Consult Public Training
Creating value for your business
Website : www.valueconsulttraining.com
Click HERE to Unsubscribe from Our Newsletter
2 Day Workshop
Corporate Culture and Business Ethics
Arion Swiss-Belhotel Kemang / Amoz Cozy Hotel / Park Hotel, Jakarta, 3-4 Jun 2015
Early Bird : Rp. 4.000.000,-
 

Pada saat ini topik tentang pengembangan budaya etika menjadi pembicaraan di kalangan para pemimpin perusahaan kelas dunia baik di Amerika maupun Eropa. Tujuan pengembangan budaya etika adalah meningkatkan kualitas kecerdasan emosional, spiritual dan budaya yang diperlukan oleh setiap pemimpin bisnis sehingga dapat memperlancar proses pengelolaan bisnis yang digeluti. Oleh karena itu mereka meyakini bahwa hanya budaya etikalah yang dapat menyelamatkan bisnis mereka di masa depan. Hal ini muncul dari hikmah atas peristiwa krisis ekonomi dan keuangan dunia yang berawal di Amerika dimana penyebab utama dari peristiwa tersebut adalah tidak berjalannya etika bisnis dengan dukungan manajemen risiko yang kuat. Para ahli manajemen beranggapan bahwa krisis terjadi akibat beberapa perusahaan tidak menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan baik dan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar dari peristiwa krisis itulah maka pada saat ini para pemain bisnis global semakin menyadari pentingnya mengembangkan budaya etika berbasis prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai perusahaan.

Dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya budaya etika oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia terkemuka di Amerika dan Eropa oleh para pimpinan perusahaan, maka pada saat ini di belahan dunia lain banyak perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan budaya etika yang dianggap sebagai penyelamat bisnis mereka di masa depan. Gejala ini sangat menarik, mengingat penerapan GCG dan nilai-nilai perusahaan dalam dunia bisnis masih merupakan merupakan hal yang baru, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri tampaknya belum terdengar adanya upaya pengembangan budaya etika. Namun seperti biasanya apabila di luar negeri upaya tersebut semakin santer terdengar baru orang-orang Indonesia memikirkan untuk mengembangkannya. Penulis memperkirakan sekitar lima sampai septuluh tahun lagi budaya etika baru akan menjadi suatu isu atau trend dalam bidang manajemen di Indonesia. Mengapa? Karena di masa depan akan banyak perusahaan di Indonesia yang berniat menjadi perusahaan kelas dunia.

Tujuan Pelatihan

  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengembangkan budaya perusahaan kepada peserta pelatihan
  • Memberikan rekomendasi dalam pembuatan kebijakan pengembangan budaya perusahaan dan pemecahan masalah yang terkait dengan upaya cara pengembangan budaya perusahaan

Metode Pelatihan

  • Ceramah
  • Diskusi
  • Games
  • Tugas Individual dan Kelompok

Peserta

Untuk dapat membangun budaya etika yang adaptif selayaknya yang mengikuti pelatihan ini adalah semua pimpinan dalam organisasi serta para konsultan dan akademisi yang berperan dalam pemecahan masalah organisasi dan perusahaan.

Facilitator

Hendra Kusnoto

Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGMjurusanPsikologiPerkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidangManagementand Business Administration di Melbourne University, Australiadanbeliausempatmengikuti program magangdanbekerja di perusahaanterkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramediapadatahun 2001.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta.

Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka.

Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training Fee

Rp. 3.750.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 24 May 2015)
Rp. 4.000.000 ,- (REG before 20 May 2015; payment before 24 May 2015)
Rp. 4.450.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 3 Jun 2015)
Rp. 4.845.000 ,- (Full fare)

2 Day Workshop
Accelerate Improvement HR Competency
Arion Swiss-Belhotel Kemang / Amoz Cozy Hotel / Park Hotel, Jakarta, 3-4 Jun 2015
Early Bird : Rp. 3.750.000,-
 

Kesulitan yang dihadapi oleh praktisi Sumber Daya Manusia (Human Resources) sebagai dampak dari kemajuan bisnis adalah meningkatkan inovasi untuk mendorong pertumbuhan, dimana hambatan untuk meningkatkan kemampuan professional tersebut, terletak pada empat elemen, yaitu: permintaan untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisa; mendapatkan peluang baru dan menghilangkan hambatan untuk mencapai kinerja; keanekaragaman bakat semakin kritis; dan kebutuhan teknologi.

Overview

Program Improving HR Competency adalah program yang ditujukan untuk memberikan jawaban dalam menghilangkan hambatan sehingga praktisi HR mengalami peningkatan kemampuan sebagai efek dari kemajuan bisnis yang dijalankan perusahaan.

Di dalam program, dilakukan transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang dilakukan melalui tutor, diskusi dan umpan balik, yang diperdalam dengan simulasi melalui proses imitasi, sehingga pengalaman di dalam training dapat diimplementasikan di dalam lingkungan kerja.

Understanding

Peningkatan kompetensi sebagaimana yang diperlukan adalah untuk mendorong kemampuan dalam mengidentifikasi melalui proses analisa pekerjaan atau analisis tugas, menggunakan teknik dalam kondisi kritis saat terjadi insiden, membangun catatan kerja, dan work sampling yang memiliki focus ke masa depan untuk dijadikan rekomendasi sebagai suatu alasan strategis.

Tujuan Pelatihan

  1. Membantu tim HR untuk mendorong pertumbuhan kompetensi sebagai efek dari pertumbuhan bisnis
  2. Meningkatkan pengaruh data yang dimiliki tentang SDM
  3. Merancang model operasi SDM yang baru
  4. Membangun generasi berikutnya sebagai bagian dari Learning & Development (pembelajaran) sehingga mempercepat proses rekrutmen
  5. Menciptakan jalur karir yang menarik

Outline Materi

  1. Mencapai keberhasilan sebagai efektifitas peranan fungsional
  2. Meningkatkan fungsi data SDM
  3. Membentuk dan memperdalam bakat yang dibutuhkan
  4. Mempercepat Kinerja HR Business Partner dilingkungan kerja
  5. Regenerasi fungsi pembelajaran
  6. Mempercepat proses rekrutmen
  7. Menggunakan Preferensi Karyawan dalam meningkatkan penghargaan atas prestasi
  8. Merancang Model operasional SDM
  9. Membangun dan membentuk narasumber untuk melakukan analisa kesiapan fungsional
  10. Penyelarasan kepemimpinan
  11. Membentuk pemimpin di dalam organisasi
  12. Meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dalam mempekerjakan
  13. Membuat penyelarasan jalur karir
  14. Memberikan kesempatan yang sama pada semua karyawan tanpa memandang gender
  15. Transformasi Budaya Organisasi
  16. Menghapus hambatan terhadap terobosan kinerja Organisasi

Metode Pelatihan

  1. Melakukan pendalaman pengetahuan, ketrampilan dan transformasi pengalaman melalui metode tutor, diskusi dan umpan balik sehingga peserta memiliki wawasan tentang peningkatan kompetensi yang dibutuhkan sebagai dampak pertumbuhan bisnis.
  2. Melakukan pendalaman materi melalui berbagai proses, simulasi dan imitasi sehingga terjadinya transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman sebagai bekal untuk menghadapi permasalahan dan menyelesaikannya dilingkungan kerja
  3. Melakukan penugasan kepada individu/kelompok dalam memberikan bekal pengalaman, sehingga peserta memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan dan merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan sebagai dampak dalam pertumbuhan bisnis

Peserta 

1.    Supervisor
2.    Leader
3.    Manager
4.    Setiap orang yang ingin mengetahui strategy improving HR Competency 

Referense

  1. Prahalad, C.K. and Hamel, G. (1990) "The core competence of the corporation", Harvard Business Review (v. 68, no. 3) pp. 79–91.
  2. Schilling, M. A. (2013). Strategic management of technological innovation, p.117 International Edition, McGraw-Hill Education.
  3. Prahalad, C. K., & Hamel, G. (1990). The Core Competence of the Corporation. Harvard Business Review, 68(3), 79-91. p.84
  4. Danilovic, M., & Leisner, P. (2007). "Analyzing core competence and core products for developing agile and adaptable corporation." In Proceedings of the 9th Dependency Structure Matrix (DSM) International Conference, 16-18 October 2007, Munich, Germany.
  5. Bonjour, E., & Micaelli, J. P. (2010). "Design core competence diagnosis: a case from the automotive industry". Engineering Management, IEEE Transactions on, 57(2), 323-337.
  6. Hein, A.M., Metsker, Y., Sturm, J.C., "Towards a Capability Framework for Systems Architecting and Technology Strategy". Proceedings of the 16th International DSM Conference 2014, Paris, France.
  7. Christensen, C. M., & Kaufman, S. P., 2006. Assessing Your Organization’s Capabilities: Resources, Processes, and Priorities. Burgelman, R. A.; Christensen, C. M.; Wheelwright, S. C. (Eds.), Strategic Management of Technology and Innovation. McGrawHill, pp.153-163.
  8. Prahalad, C.K. and Hamel, G. (1990) "The core competence of the corporation", Harvard Business Review (v. 68, no. 3) pp. 79–91.
  9. Galunic, D.C. and Rodan, S. (1998). Resource recombinations in the firm: knowledge structures and the potential for Schumpeterian innovation. Strategic Management Journal 19. p. 1193–1201.
  10. Leonard-Barton, D. (1992). Core capabilities and core rigidities: A paradox in managing new product development. Strategic Management Journal 13-S1. p. 111–125.

Facilitator

 

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.
Training Fee

Rp. 3.550.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 24 May 2015)
Rp. 3.750.000 ,- (REG before 20 May 2015; payment before 24 May 2015)
Rp. 4.250.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 3 Jun 2015)
Rp. 4.625.000 ,- (Full fare)

2 Day Workshop
Measuring Performance Assessor
Arion Swiss-Belhotel Kemang / Amoz Cozy Hotel / Park Hotel, Jakarta, 3-4 Jun 2015
Early Bird : Rp. 3.750.000,-
 

Perusahaan (organisasi) sering dihadapi dengan permasalahan bagaimana mengukur kinerja “Penilai” pada saat setelah melakukan fungsi dan tanggung jawabnya dalam melakukan pengukuran dan penilaian kinerja karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya, sehingga permasalahan yang selalu terjadi antara bawahan dengan atasan (pada satu sub-organisasi) dan dirasakan oleh karyawan (bawahan) yang dinilai oleh atasan (supervisor, leader atau manager), setelah masa penilaian adalah “like and dislike”, atau sering disebut “tidak adilnya” penilaian yang dilakukan/dijalani.

Efek dari permasalahan yang terjadi dalam mengukur kinerja penilai setelah melakukan penilaian terhadap karyawan yang berada dibawahnya, adalah target kinerja yang akan diharapkan pada tahun berikutnya tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga tujuan strategis yang diharapan oleh perusahaan sulit tercapai atau membutuhkan waktu yang relative lama.

Overview

Program Performance Measurement for Appraiser ditujukan untuk membangun kemampuan organisasi (manager) dalam menilai supervisor yang melakukan penilaian kinerja kepada karyawan yang dibawahnya, atau kemampuan penilai (appraiser) pada saat melakukan penilaian, melalui transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman, sehingga organisasi dalam melakukan penilaian kepada karyawan dilakukan secara fair, tidak adanya unsure like and dislike, dan juga conflict interest

Transformasi yang dilakukan di dalam program ini, akan memberikan ketrampilan kepada Appraiser dalam melakukan Appraisal kepada karyawan, sehingga kinerja yang dihasilkan setelah penilaian, akan dapat memenuhi harapan dan mencapai keberhasilan tujuan strategis organisasi.

Understanding

Appraisal for Appraiser adalah metode yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja terhadap Appraiser pada saat melakukan penilaian kinerja atas individu karyawan untuk didokumentasikan dan dievaluasi, sehingga dapat diketahui penilaian terhadap individu karyawan yang dilakukan oleh appraiser, apakah, “penilaian yang dilakukan memiliki conflict interest (like and dislike), dilakukan secara fair, metode penilaian dikuasai oleh appraiser, atau tujuan penilaian dapat tercapai.

Objective

  1. Meningkatkan kemampuan appraiser dalam melakukan appraisal
  2. Menghilangkan conflict interest (like and dislike) pada saat melakukan performance appraisal
  3. Mengukur hasil penilaian yang dilakukan pada saat performance appraisal, apakah dapat digunakan untuk menetapkan tujuan strategis atau tidak
  4. Memberikan gambaran yang nyata tentang kemampuan sumber daya manusia untuk merekayasan tujuan strategis perusahaan
  5. Menumbuhkan budaya organisasi berkinerja tinggi
  6. Menciptakan excellent culture setelah dilakukan performance appraisal

Highlight

  1. Ketrampilan Appraiser dalam melakukan performance appraisal
  2. Form standard performance appraisal untuk mencapai kinerja tinggi
  3. Perencanaan kinerja di awal tahun
  4. Obyektifitas daftar pertanyaan pada saat performance appraisal

Outline Materi

  1. Pengenalan program training Pengukuran Kinerja Penilai
  2. Formulir Penilaian Kinerja bagi Penilai

2.1.       Faktor kinerja

2.2.       Tingkat kinerja

2.3.       Penilaian Kinerja bagi Penilai

2.4.       Evaluasi gambaran umum bagi Penilai

2.5.       Obyektifitas kinerja

2.6.       Kinerja di awal tahun

2.7.       Pengembangan dan Pelatihan Penilai

2.8.       Komentar karyawan setelah Interview

       3. Penilaian Individu karyawan

3.1.       Gambaran penilaian individu karyawan

       4. Prosedur umum untuk Pengawas

4.1.       Mempersiapkan wawancara untuk melakukan penilaian

5. Kompensasi

 

Metode Pelatihan

  1. Memberikan pemahaman secara mendalam tentang strategy melakukan appraisal bagi appraiser melalui kegiatan tutor, diskusi dan umpan balik, sehingga peserta memiliki pemahaman tentang pengetahuan dan kemampuan appraiser dalam melakukan appraisal.
  2. Melakukan benchmarking dengan studi kasus, untuk mempertajam pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh appraiser dalam melakukan appraisal, disertai dengan simulasi dengan mempergunakan proses imitasi, untuk melakukan transformasi pengalaman
  3. Memberikan penugasan kepada individu/kelompok, dalam melakukan transformasi pengalaman sebagai bekal ketrampilan pada saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dilingkungan kerja, terutama dalam menghadapi permasalahan dan mengatasinya.

Peserta

  1. Supervisor
  2. Leader
  3. Manager
  4. Setiap orang yang ingin mengetahui ketrampilan mengukur kinerja appraiser

References

  1. Muchinsky, P. M. (2012). Psychology Applied to Work (10th ed.). Summerfield, NC: Hypergraphic Press.
  2. Often also called employee performance appraisal,employee performance review, etc.
  3. Manasa, K. & Reddy, N. (2009). Role of Training in Improving Performance. The IUP Journal of Soft Skills, 3,72-80.
  4. Abu-Doleh, J. & Weir, D. (2007). Dimensions of performance appraisal systems in Jordanian private and public organizations. International Journal of Human Resource Management, 18(1), 75-84.
  5. Muchinsky, P. M. (2006). Psychology applied to work (8th ed). Belmont, CA: Thomson Wadsworth.
  6. Broady-Preston, J. & Steel, L. (2002). Employees, customers, and internal marketing strategies in LIS. Library Management, 23, 384-393.
  7. Cederblom, D. (1982). The performance appraisal interview: A review, implications, and suggestions.Academy of Management Review, 7(2), 219-227.
  8. Josh Bersin. "Time to Scrap Performance Appraisals". Retrieved 6 May 2013.
  9. Richard Charles Grote (2002). The Performance Appraisal Question and Answer Book: Survival Guide for Managers.28-29.
  10. Muczyk, J. P. & Gable, M. (1987, May). Managing sales performance through a comprehensive performance appraisal system. Journal of Personal Selling and Sales Management, 7, 41-52.
  11. DeNisi, A. & Pritchard, R. (2006, July). Performance appraisal, performance management, and improving individual performance: A motivational framework.Management and Organization Review, 2(2), 253-277.
  12. Schraeder, M. Becton, J., & Portis, R. (2007, Spring). A critical examination of performance appraisals. The Journal for Quality and Participation, 20-25.
  13. Sudarsan, A. (2009). Performance appraisal systems: A survey of organizational views. The Icfai University Journal of Organizational Behavior, 3(1), 54-69.
  14. Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions, and organizations across nations. Thousand Oaks, CA: Sage.
  15. Spinks, N., Wells, B., & Meche, M. (1999). Appraising appraisals: computerized performance appraisal systems. Career Development International, 4(2), 94-100.
  16. Pettijohn, L., Parker, R., Pettijohn, C., & Kent, J. (2001). Performance appraisals: usage, criteria, and observations. The Journal of Management Development, 20,754-771.
  17. Jenks, J. M. (1991). Do your performance appraisals boost productivity? Management Review, 80(6), 45-47.
  18. Kanfer, R. & Ackerman, P. L. (1989). Motivation and cognitive abilities: An integrative/aptitude-treatment interaction approach to skill acquisition. Journal of Applied Psychology, 74, 657-690.
  19. Mayer, C. M. & Gavin, M. B. (2005). Trust in management and performance: Who minds the shop while the employees watch the boss. Academy of Management Journal, 48(5),874-888.
  20. Kikoski, J. F. (1999). Effective communication in the performance appraisal interview: Face-to-face communication for public managers in the culturally diverse workplace. Public Personnel Management,28(2), 301-322.
  21. Cawley, B. D., Keeping, L. M. Levy, P. E. (1998). Participation in the performance appraisal process and employee reactions: A meta-analytic review of field investigations. Journal of Applied Psychology, 83, 615-633.
  22. Twomey, D. & Harris, D. (2000). From strategy to corporate outcomes: Aligning human resource management systems with entrepreneurial intent. International Journal of Commerce and Management, 10, 43-55.
  23. Selden, S. C., Ingraham, P. W., & Jacobson, W. (2001). Human resource practices in state government: Findings from a national survey. Public Administration Review, 61(5), 598-607.
  24. Soltani, E. (2005). Conflict between theory and practice: TQM and performance appraisal. The International Journal of Quality and Reliability Management, 22, 796-818.
  25. Daniels, Aubrey C. Designing a Compensation Program That Motivates and Produces a Profit-Driven Workplace. PMeZine.com
  26. McGivern, G. & Ferlie, E. (2007) ‘Playing Tick Box Games: Interrelating Defences in Professional Appraisal’, Human Relations, 60 (9) 1361-1385.
  27. Amsterdam, C. E., Johnson, R. L., Monrad, D. M.,& Tonnsen, S. L. (2005). A collaborative approach to the development and validation of a principal evaluation system: A case study. Journal of Personnel Evaluation in Education, 17(3), 221-242.
  28. Martin, D. C. & Bartol, K. M. (1998). Performance appraisal: Maintaining system effectiveness. Public Personnel Management, 27(2), 223-230.
  29. Schweitzer, M E., Ordonez, L., & Douma, B. (2004) Goal setting as a motivator of unethical behavior. Academy of Management Journal, 47, 422-432.

 Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.
Training Fee

Rp. 3.550.000 ,- (REG for 3 person/more; payment before 24 May 2015)
Rp. 3.750.000 ,- (REG before 20 May 2015; payment before 24 May 2015)
Rp. 4.250.000 ,- (On The Spot; payment at the latest 3 Jun 2015)
Rp. 4.625.000 ,- (Full fare)


Venue :

Workshop akan dilaksanakan di:
Arion Swiss Belhotel (Kemang) / Hotel Harris (Tebet) / Aryaduta Suites Hotel(Semanggi)/ Ibis Arcadia Hotel / Ibis Tamarin Hotel

Hotel lainnya di Jakarta yang akan kami konfirmasikan di dalam confirmation letter

 

Training Series :

Click the list below to subscribe specific training series only, we will send as individual email :

  1. School of Training
  2. HR Management Series
  3. Managerial Skills / Soft Skills Series
  4. Production / Operation Management Series
  5. Marketing Management Series
  6. Financial Management Series
  7. Legal Series
  8. IT & Telecomunication Series
  9. All Series
 

Special Package :

Dapatkan Paket - paket Free Training dan Value Gathering bagi yang tergabung dalam anggota milist VCC ( Value Community Circle ) Untuk bergabung, Kirim email kosong ke valuecommunitycircle-subscribe@yahoogroups.com

 

Contact Us

ILP Center Building 2nd Floor, Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu 39 A Jakarta 12780

Contact Person :
Ms. Ori & Ms. Riri

More Training on 2015
Tanggal Topik Trainer Early Bird Status
8-9 May 2015 Certified Organization Development Specialist Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Rp. 3.950.000 Confirm Running
6-7 May 2015 HSE for Oil and Gas Training Ir. Dwi Handaya, MK3 Rp. 4.000.000 Confirm Running
5-5 May 2015 Perpajakan untuk HRD M. Zeti Arina, MM,BKP Rp. 1.950.000 Confirm Running
4-5 May 2015 Skema Gaji berbasis Pay for Performance Daniel Saputro, MM., MBA. Rp. 4.000.000 Confirm Running
7-8 May 2015 Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard Widodo Aryanto SE., MCom Rp. 2.450.000 Almost Running
4-5 Jun 2015 Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard Widodo Aryanto SE., MCom Rp. 2.450.000 Almost Running
4-5 Jun 2015 Comprehensive Supervisory Skills training G. Suardhika, MBA. Rp. 3.250.000 Almost Running
9-10 Jun 2015 Comprehensive Training Management System for Training Officer Semba Biawan Rp. 3.750.000 Almost Running
5-6 May 2015 Comprehensive Training Management System for Training Officer Semba Biawan Rp. 3.750.000 Almost Running
22-23 May 2015 Competency Based Performance Appraisal System Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Rp. 4.450.000 Almost Running
4-4 Jun 2015 Dealing with Difficult People Drs. Elyus Lanin, M. Si. Rp. 2.250.000 Almost Running
6 May 2015 Dealing with Difficult People Drs. Elyus Lanin, M. Si. Rp. 2.250.000 Almost Running
6-6 May 2015 Designing Effective Internal Communications Program Drs. Syarifudin Yunus Rp. 4.000.000 Almost Running
3-3 Jun 2015 Designing Effective Internal Communications Program Drs. Syarifudin Yunus Rp. 4.000.000 Almost Running
16-17 Jun 2015 Effective Selling Skills and Negotiation for AE Semba Biawan Rp. 3.550.000 Almost Running
©Copyright 2014 Value Consult, Training & People Development Consultant
 

Jumat, 01 Mei 2015

Almost Running : 1. Customer Focus Selling 2. Talent Management

 
First Class Training
Website : www.platinumtraining.co.id
Find us on Facebook  Follow us on Twitter
 
Click HERE to Unsubscribe from Our Newsletter
 
       
   2 Day Workshop

CUSTOMER FOCUS SELLING SKILLS
Five Star Hotels, 17-18 Jun 2015

Training Fee :
Rp. 6.000.000,- (On The Spot, payment at the latest April 30th 2015)
Rp. 6.600.000,- (Full fare)
  
       
  

Pelatihan teknik menjual ini difokuskan kepada bagaimana memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga sangat cocok untuk staf penjualan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa, barang yang sulit dan kompleks, kontrak tender, ataupun barang/jasa yang bernilai tinggi. Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta mempunyai pemahaman dan ketrampilan mengenai Professional Selling Skills; memahami langkah-langkah teknis, konsep, sikap, dan perilaku yang dituntut dalam bidang penjualan; memperluas pengetahuan mengenai lingkungan penjualan dan pemasaran; dan dilengkapi dengan teknik membimbing dan menjadi mentor untuk sales persons junior ataupun yang baru.

 

Outline :

1: ROLES OF SALESPERSONS

  • Market Conditions and Challenges;
  • Building Competitiveness Factors;
  • The Selling Challenges;
  • The Role of Salesperson;
  • The Persuasive  Selling Process;

2: PROSPECTING AND CONTACTING

  • The Prospecting Funnel;
  • The Power of Referrals;
  • Qualification and Sales Strategy;
  • Initial Contact; Introduction Letter;
  • Initial Contact: Phone Call;
  • Cold Calling;
  • Choosing Methods of Contact;
  • Tips for Telephone Appointment.

3: PLANNING THE SALES

  • Planning the Sales;
  • Anticipating the Customer’s Needs;
  • Qualifying the Sales;
  • Developing Relationship with prospect.
  • Gathering Information;
  • The Information Gathering “Funnel”;

 

GROUP DISCUSSION: PREPARING PRODUCT BENEFIT

 

INDIVIDUAL PRESENTATION AND FEEDBACK

Each participant  will be asked to presents the benefits of each products using OHP and or LCD presentation tools. Instructor and the participants will give their opinion and feedbacks.

 

4: PRESENTING SOLUTION AND CLOSING THE SALES

  • Presenting Solution;
  • Deciding on the Value-added Solution;
  • Checking for Viable Solution;
  • Developing the Presentation Strategy;
  • Written Proposals;
  • Gaining Customer’s Commitment (Closing the Sales);
  • Buying Signals;
  • Action - Keeping the Commitments;

 

5: WORKING WITH OBSTACLES AND HANDLING COMPLAINTS

  • Working with Obstacles;
  • Customer Obstacles;
  • Types of Obstacles;
  • Dealing with Obstacles;
  • Tips in Handling Complaints

 

INDIVIDUAL ROLE-PLAY: GATHERING INFORMATION AND SELLING TECHNIQUES

 

6: COACHING AND MENTORING

  • Introduction to coaching;
  • What is coaching, counseling, and mentoring;
  • How to determine if coaching is needed;
  • Coaching model;
  • Feedback exercise; performance feedback tips;
  • Steps for conducting formal observation;
  • Coaching response exercise;
  • Review of handling difficult employees;
  • Effective mentoring techniques

 

INDIVIDUAL ROLE-PLAY: DEALING WITH OBSTACLES AND HANDLING COMPLAINTS

 

Workshop Leader :  

 


Drs. Bambang Haryanto, M.Ed

Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center.

Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi.

Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

  
GIFT TRAINING
  
  • Tablet PC -Ainol NOVO 7 Paladin Android ICS 4.0 atau
  • HP -Samsung Galaxy Y
  
       
   2 Day Workshop

TALENT MANAGEMENT & CAREER SYSTEM
Five Star Hotels, 22-23 Jun 2015

Training Fee :
Rp. 6.000.000,- (On The Spot, payment at the latest April 30th 2015)
Rp. 6.600.000,- (Full fare)
  
       
  

Banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan strategi perusahaan untuk menarik,mempertahankan dan mengembangkan orang terbaik yang ada di perusahaannya. Hal krusial tersebut disebabkan banyak perusahaan belum menerapkan program  untuk memetakan potensi-potensi yang dimiliki oleh karyawannya. Akibatnya pengembangan talenta yang dimiliki organisasi belum terarah sehingga tidak berjalan secara optimal.Malahan, mereka yang “merasa” punya talenta pergi, dan pindah ke perusahaan lain karena merasa kurang dikembangkan.

Agar pengembangan karyawan di perusahaan anda berjalan secara efektif, maka hal pertama yang anda butuhkan adalah kompetensi untuk memetakan orang-orang di dalam perusahaan. Anda perlu tahu siapa saja karyawan yang dapat digolongkan sebagai star, potential people, career person, problem person dan dead wood. Bila anda mampu memetakan potensi-potensi di perusahaan anda, niscaya program pengembangan karyawan yang anda lakukan akan berjalan secara efektif dan tepat sesuai sasaran.

Dalam pelatihan ini kita agar belajar bagaimana menyusun talent management system di sebuah organisasi dan menyusun pola kaderisasi kepemimpinan di organisasi agar kesinambungan kader di organisasi terjalin dengan pola sistem yang tepat. Pelatihan ini mengetengahkan pembelajaran dengan simulasi dan kasus dari praktek yang dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta sebaiknya membawa laptop untuk praktek dan simulasi yang disajikan dalam pelatihan ini.

 

Manfaat

  1. Peserta mampu mendefinisikan dan menyusun Talent Management System di organisasinya
  2. Peserta mampu mengembangkan Career System di organisasinya.
  3. Peserta mampu memetakan kaderisasi kepemimpinan di organisasinya.


MATERI
A. TALENT MANAGEMENT

  1. Konsep Talent Management
  2. Mendefinisikan Talenta yang Dibutuhkan Organisasi
  3. Melakukan Talent Assessment
  4. Talent Mapping : Performance vs Talent
  5. Menyusun Talent Pool : matriks 2 x 2, 3 x3,  4 x 4 dan 5 x 5.
  6. Menyusun Development Program
    • Individual Development Program
    • Metode dalam Development Program
    • Menyusun Annual Training Master Plan (ATMP)
    • Menyusun Annual Development Master Plan (ADMP)
  7. Benchmark : Talent Management di Telkom / Astra

B. CAREER SYSTEM& SUCCESION PLANNING

  1. Konsep Career System & Succesion Planning
  2. Menyusun Career System
  3. Menyusun Career Path & Top Stop
  4. Teknik & Metode untuk Evaluasi Promosi, Mutasi & Demosi
  5. Menyusun Individual Career Planning
  6. Menyusun Reaplacement Table Chart (Peta Kaderisasi di Organisasi)
  7. Simulasi & kasus: pembuatan ICP & RTC untuk masing-masing peserta


Workshop Leader :


Adi Mardianto, S.Psi, MBA.

Adi Mardianto, S.Psi, MBA. Alumni Psikologi UGM. Direktur PT Mahatma Javakode, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan software aplikasi. Adalah anggota aktif dari SHRM (Society for Human Resource Management – USA), ASTD (American Society for Training & Development) dan IHRAA. Mempunyai pengalaman sebagai praktisi HR di beberapa perusahaan multinasional seperti Newmont Nusa Tenggara, Gobel dan Astra Group. Menulis buku berjudul "Recruitment Handbook: Panduan Praktis untuk Rekrutmen dan Seleksi" ,"People Development Handbook: Metode & Teknik Pengembangan Orang di Tempat Kerja“, “Organization Development Analyst : Linked to Business Strategy”, dan “Recruitment Analyst”. Sebagai konsultan, telah membantu beberapa perusahaan BUMN ataupun swasta untuk mengembangkan HR System. Beliau mempunyai kompetensi membangun Integrated HR System dengan mengembangkan software aplikasi yang bisa dimodifikasi. Beliau juga berpengalaman melakukan seleksi karyawan lebih dari sepuluh ribu orang, sering melakukan asesmen hingga level manajerial dan memberikan berbagai training dengan tema HR System, HR Information System, Leadership, Management Development, People Development.

  
GIFT TRAINING
  
  • Tablet PC -Ainol NOVO 7 Paladin Android ICS 4.0 atau
  • HP -Samsung Galaxy Y
  
More Topics on 2015

ILP Center Building 2nd Floor, Suite 219
Jl. Raya Pasar Minggu 39 A Jakarta 12780

Contact Person :
Ms. Riri
Platinum Training | Consultant | PT | 2014